Kalabahi, Alor News – Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Marthen G. Maubeka, secara resmi membuka kegiatan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Alor yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Selasa (28/04/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor ini dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten Alor, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, para guru pembimbing dan pendamping, serta peserta lomba yang terdiri dari siswa-siswi SD/MI se-Kabupaten Alor.
Dalam sambutannya, Marthen menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong peningkatan pengetahuan siswa terhadap potensi lokal daerah.
“Lomba bertutur merupakan bagian dari upaya peningkatan pengetahuan anak-anak mengenai potensi lokal, sekaligus memperluas wawasan dan memperkuat kemampuan literasi siswa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya menjadi beban Dinas Pendidikan, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta masyarakat.
“Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, atas nama Pemerintah Daerah kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor atas terselenggaranya kegiatan ini,” tegasnya.
Baca Juga: Bunda Literasi Alor, Lidya Siawan, Dorong Budaya Literasi Lewat Lomba Bertutur SD/MI
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lomba bertutur tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan berbicara, tetapi juga sarana pembinaan keterampilan public speaking siswa secara terarah dan sistematis. Menurutnya, keberanian tampil, kemampuan menyampaikan gagasan, serta penguasaan alur cerita merupakan unsur penting dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak.

Pada kesempatan tersebut, Marthen juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah berperan aktif dalam membimbing dan mendampingi siswa hingga mampu tampil optimal dalam kegiatan lomba.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali cerita rakyat sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Menurutnya, cerita-cerita lokal perlu terus dibumikan karena mengandung nilai-nilai edukatif yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi muda dalam membangun daerah dengan menjunjung tinggi kearifan lokal Kabupaten Alor.
“Cerita rakyat perlu terus dihidupkan dan dibumikan kembali sebagai bagian dari warisan budaya daerah, karena di dalamnya terkandung nilai-nilai edukatif yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi muda dalam membangun daerah dengan menjunjung tinggi kearifan lokal Kabupaten Alor,” ujarnya.
Pewarta/Foto: Lukman
Editor: Redaksi Alor News












