Kalabahi, Alor News – Bunda Literasi Kabupaten Alor, Lidya Siawan, yang juga merupakan istri Wakil Bupati Alor menegaskan pentingnya penguatan literasi sejak dini melalui kegiatan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Alor yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Selasa (28/04/2026) di halaman Kantor Perpustakaan Daerah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Alor. Para peserta menampilkan beragam cerita, mulai dari cerita rakyat, kisah inspiratif, hingga narasi bertema budaya lokal yang sarat nilai pendidikan dan pembentukan karakter.
Dalam sambutannya, Lidya menyampaikan bahwa lomba bertutur tidak sekadar menjadi ajang melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga merupakan sarana strategis dalam meningkatkan kompetensi serta budaya literasi siswa di Kabupaten Alor.
“Kemampuan bertutur merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam mendukung perkembangan akademik sekaligus membangun kepercayaan diri anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan literasi sejak usia dini menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul.
“Lomba ini merupakan langkah strategis dalam mendorong minat baca serta kemampuan berbahasa anak sejak usia dini. Literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara baik dan benar,” tambahnya.
Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk berperan aktif dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga dan sekolah. Menurutnya, dukungan dari kedua lingkungan tersebut sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan membaca anak.
“Teruslah belajar dan jangan takut mencoba. Menang dan tidak menang adalah hal biasa, yang terpenting adalah berani tampil dan berani menyampaikan pendapat,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Lidya turut mengapresiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor yang konsisten menghadirkan berbagai program literasi bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan dengan inovasi agar semakin menarik minat generasi muda.
Selain sebagai ajang kompetisi, lomba bertutur juga diharapkan menjadi media pelestarian budaya lokal. Melalui cerita yang disampaikan, nilai-nilai kearifan lokal, sejarah daerah, serta pesan moral dapat diwariskan kepada generasi muda secara kreatif dan menyenangkan.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tampil percaya diri dengan dukungan guru dan orang tua yang turut hadir memberikan semangat. Penilaian dewan juri meliputi aspek penguasaan materi, ekspresi, intonasi, serta teknik penyampaian cerita.
Di akhir sambutannya, Lidya Siawan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna melahirkan generasi muda yang cerdas, percaya diri, serta memiliki kecintaan terhadap budaya dan literasi.
“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Jika kita ingin Alor maju, maka kita harus mulai dari membangun budaya literasi anak-anak sejak sekarang,” tutupnya.
Pewarta: Hadi
Foto: Lukman
Editor: Redaksi Alor News












