Kalabahi, Alor News — Di tengah keterbatasan sarana pendidikan, semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama bagi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Islamiyah Wolwal dalam membangun pagar depan madrasah secara swadaya.
Pembangunan pagar tersebut dilakukan bersama masyarakat dan para wali murid sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi peserta didik.
Di tengah proses pembangunan tersebut, dukungan mengalir dari keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) yang menghimpun sumbangan sukarela dari para Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Pengawas Madrasah, kepala madrasah negeri tingkat MIN, MTsN, dan MAN, serta staf pada Seksi Pendis Kabupaten Alor.
Bantuan yang diberikan berupa 50 sak semen dan lima ret pasir yang diserahkan kepada pihak madrasah pada Selasa (12/05/2026) di lingkungan MIS Al Islamiyah Wolwal. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, Mansur B. Samah.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kabupaten Alor, Hadi Kammis, menyampaikan apresiasi kepada para kepala madrasah negeri, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, dan staf pada Seksi Pendis yang berinisiatif menghimpun bantuan bagi madrasah tersebut.
Menurutnya, semangat kepedulian dan gotong royong terhadap madrasah swasta perlu terus dijaga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Ia juga menyebut bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan di sejumlah madrasah swasta lainnya di Kabupaten Alor, di antaranya MIS Syahbullah Wahing, MTs Baburrahman Kolijahi, dan MAS Kangge.
“Semangat kebersamaan seperti ini penting untuk terus dipelihara. Kami berharap inisiatif serupa dapat terus berlanjut untuk membantu madrasah-madrasah swasta lainnya yang masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pendidikan,” katanya.
Baca juga: Kanwil Kemenag NTT Terapkan Sistem WFH dan WFO bagi ASN…
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Israfil Iho, menilai bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai dukungan pembangunan fisik, tetapi juga sebagai motivasi bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan penataan lingkungan sekolah, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan kedisiplinan tenaga pendidik.
“Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan akan semakin kuat apabila madrasah mampu dikelola dengan baik. Karena itu, kebersihan, keindahan lingkungan, penataan halaman, dan kedisiplinan guru perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah sejalan dengan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni penguatan ekoteologi yang menekankan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan dan pendidikan.
Di sisi lain, Ketua Komite MIS Al Islamiyah Wolwal, Syahrir Yunus, mengungkapkan bahwa proses pembangunan pagar masih membutuhkan tambahan sekitar 70 sak semen dan enam ret pasir untuk menyelesaikan pekerjaan secara menyeluruh.
Ia mengatakan, bantuan yang diterima sangat membantu meringankan beban masyarakat dan para wali murid yang selama ini bergotong royong mendukung pembangunan madrasah.
“Dengan bantuan ini kami merasa beban pembangunan menjadi lebih ringan. Atas nama seluruh warga pendukung madrasah, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ungkapnya.
Di tengah tantangan pembangunan pendidikan di daerah, kolaborasi antara masyarakat dan unsur pendidikan seperti ini dinilai menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong masih tetap hidup dalam mendukung kemajuan madrasah di Kabupaten Alor.
Pewarta/Foto: Elly Ummi Rafida
Editor: Redaksi Alor News











