Beranda / Sosial Budaya / Plt. Kakan Kemenag Alor Tekankan Semangat Kebangsaan dan Pelestarian Budaya pada Gebyar Hari Santri

Plt. Kakan Kemenag Alor Tekankan Semangat Kebangsaan dan Pelestarian Budaya pada Gebyar Hari Santri

Plt. Kakan Kemenag Alor Sostenis Namang Djabar menekankan pentingnya penguasaan bahasa, akhlakul karimah, pengembangan bakat, dan prestasi pada Gebyar Hari Santri dan Bulan Bahasa di Dulolong.

KALABAHI, ALOR NEWS – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor menekankan pentingnya semangat kebangsaan, pelestarian bahasa dan budaya, pembinaan akhlak, serta pengembangan potensi peserta didik dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Gebyar Hari Santri dan Bulan Bahasa yang berlangsung di halaman Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Falah Dulolong, Kabupaten Alor, Kamis (22/10/2026).

Dalam arahannya, Plt. Kakan Kemenag Alor menguraikan sejumlah pesan penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Pesan tersebut mencakup penguasaan bahasa, pembentukan karakter santun, pengembangan bakat, serta pemaknaan prestasi sebagai proses pembentukan pribadi yang tangguh.

Ia menjelaskan, salah satu ikrar dalam Sumpah Pemuda adalah menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Namun, hal tersebut tidak berarti membatasi masyarakat untuk mempelajari dan menguasai bahasa lain. Sebaliknya, kemampuan berbahasa menjadi modal penting untuk memperluas wawasan, membangun komunikasi, dan menghadapi perkembangan dunia yang semakin terbuka.

“Kalau kita ingin menguasai dunia, maka kita harus menguasai bahasa, apa pun bahasanya,” ujarnya.

Menurutnya, penguasaan bahasa Indonesia harus tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas dan persatuan bangsa. Pada saat yang sama, kemampuan menguasai bahasa lain dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses pengetahuan, berinteraksi lintas budaya, dan bersaing di tingkat yang lebih luas.

Pesan kedua yang ditekankan adalah pentingnya membangun madrasah yang santun dengan menjaga dan membina akhlakul karimah. Madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pelopor dalam menanamkan akhlak mulia, etika, dan moralitas kepada peserta didik.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan antara peserta didik dan guru, lingkungan keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan bakat yang berbeda. Karena itu, madrasah perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenali, mengembangkan, dan menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Pengembangan bakat tersebut membutuhkan keberanian, ketekunan, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar. Dengan dukungan lingkungan pendidikan yang tepat, potensi peserta didik diharapkan dapat berkembang menjadi modal penting dalam meraih masa depan.

Pesan keempat berkaitan dengan pemaknaan prestasi. Prestasi tertinggi, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari piala atau penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari proses membangun ketangguhan, kepercayaan diri, dan karakter yang kuat.

Perjuangan, latihan, kegagalan, dan keberhasilan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk pribadi tangguh dan berintegritas. Dengan demikian, peserta didik perlu didorong untuk menghargai proses, berani mencoba, dan terus memperbaiki diri dalam mencapai tujuan.

Selain pesan-pesan tersebut, Plt. Kakan Kemenag Alor menegaskan bahwa peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat semangat perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar memiliki komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga menekankan bahwa Bulan Bahasa menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa, budaya, etika, serta moralitas dalam kehidupan sosial. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga mencerminkan identitas, karakter, dan tata nilai masyarakat.

Karena itu, semangat kebangsaan dan pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Generasi muda diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri, menjunjung kesantunan, serta menghargai keberagaman.

Pesan tersebut selaras dengan tema kegiatan Bulan Bahasa, yakni “Panggung Bahasa Madrasah: Santun, Ekspresikan Bakatmu, Raihlah Prestasimu.” Tema ini mengajak peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, mengekspresikan kreativitas, dan meraih prestasi dengan tetap menjunjung tinggi etika serta nilai-nilai budaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Syafyudin A.I. Djawa, S.H.; Kepala Desa Dulolong, Desa Ampera dan Desa Lewalu; komite madrasah di bawah naungan Yayasan Darul Falah; Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Alor bersama badan otonomnya; serta para kepala madrasah dari 13 lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Darul Falah Dulolong.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat mencerminkan pentingnya sinergi dalam mendukung pendidikan serta pembinaan karakter generasi muda di Kabupaten Alor.

Melalui Gebyar Hari Santri dan Bulan Bahasa, madrasah diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga santun, berakhlak mulia, mencintai tanah air, menghargai budaya, serta memiliki keberanian untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. (AN/Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Social Icons

Selamat Hari Guru, Guru Hebat, Indonesia Kuat
Selamat Hari Guru, Guru Hebat, Indonesia Kuat

Category List

Meta