Beranda / Pendidikan & Literasi / Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Alor: Lomba Literasi Jadi Program Berkelanjutan

Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Alor: Lomba Literasi Jadi Program Berkelanjutan

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor memberikan sambutan pada kegiatan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Alor tahun 2026 di halaman kantor perpustakaan daerah.

Kalabahi, Alor News – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor, Ridwan Iho, menegaskan bahwa Lomba Bertutur tingkat SD/MI yang saat ini tengah berlangsung merupakan bagian dari program literasi berkelanjutan yang telah dirancang secara sistematis dan terintegrasi, dengan dukungan Pemerintah Pusat.

Program tersebut menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi di Kabupaten Alor, sekaligus mendukung agenda nasional peningkatan minat baca dan penguatan ekosistem pendidikan berbasis literasi di satuan pendidikan.

Kepada Alor News, Ridwan menjelaskan bahwa kegiatan lomba bertutur bukanlah agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian program literasi yang dirancang secara menyeluruh, mencakup peserta didik hingga masyarakat umum.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela pelaksanaan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Alor yang digelar pada Selasa (28/04/2026) di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Alor. Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah daratan utama, tetapi juga dari kecamatan-kecamatan kepulauan di wilayah pesisir dan pulau, seperti Kecamatan Pantar, Pantar Barat, Alor Timur, Alor Timur Laut, Buraga, serta sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Alor.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa program literasi yang dijalankan tidak hanya mencakup lomba bertutur, tetapi juga berbagai kegiatan lain seperti Lomba Resensi Buku tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, Lomba Konten Literasi untuk masyarakat umum, serta Lomba Perpustakaan Desa sebagai upaya memperkuat peran perpustakaan di tingkat akar rumput.

Dua kegiatan utama, yakni Lomba Resensi Buku dan Lomba Konten Literasi, sebelumnya telah dilaksanakan dan saat ini telah memasuki tahap akhir penilaian. Pengumuman pemenang direncanakan akan dilakukan secara serentak pada awal Mei mendatang.

Baca Juga:
Asisten III Alor Buka Lomba Bertutur, Dorong Literasi…
Bunda Literasi Alor, Lidya Siawan, Dorong Budaya Literasi…

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan dan berjenjang, dimulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat luas. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca, menulis, serta meningkatkan kemampuan literasi kritis generasi muda di Kabupaten Alor.

“Program ini kami rancang sebagai gerakan literasi yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai upaya membangun budaya baca yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Alor News.

Ia menambahkan, penguatan literasi sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi yang telah dilaksanakan. Menurutnya, antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya para guru yang telah membimbing dan mempersiapkan peserta didik sehingga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ridwan juga menyampaikan bahwa jika tidak berhalangan, pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Alor akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pengumuman peserta terbaik lomba literasi pada awal Mei mendatang. Pelantikan tersebut rencananya akan dilakukan langsung oleh Bupati Alor.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Bunda Literasi diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi daerah, sekaligus menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam menghidupkan budaya baca di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas.

“Ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memastikan literasi menjadi gerakan yang berkelanjutan di Kabupaten Alor,” tegasnya.

Menutup keterangannya, ia berharap seluruh program literasi yang telah dan akan dijalankan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, tenaga pendidik, komunitas literasi, maupun masyarakat. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi program kerja, tetapi benar-benar tumbuh sebagai budaya yang mengakar di tengah masyarakat Kabupaten Alor.

Pewarta; Hadi
Foto: Lukman
Editor: Redaksi Alor News

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *