Kalabahi, Alor News — Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Alor terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo di bidang pendidikan yang diproyeksikan berjalan hingga 2029 mendatang, program strategis ini mulai ditetapkan pada tahun 2025 dan direalisasikan sepanjang 2026. Di Kabupaten Alor, PHTC mencakup 10 madrasah yang tersebar di wilayah kepulauan, dengan rincian 4 madrasah di Pulau Alor dan 6 madrasah di Pulau Pantar.
Berdasarkan peninjauan lapangan yang dilakukan pada Kamis (8/10/2026), keseluruhan progres pekerjaan fisik pada 10 madrasah penerima program PHTC tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Intervensi program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Ketua Tim (Katim) Perencana Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hartono, menegaskan bahwa peninjauan langsung ke lokasi merupakan langkah krusial untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan presisi sesuai petunjuk teknis.
“Peninjauan lapangan ini menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan pekerjaan secara real-time sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Kami menekankan bahwa kualitas pekerjaan adalah prioritas utama. Fasilitas ini tidak boleh sekadar selesai secara fisik, tetapi harus dibangun dengan standar yang baik agar nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak madrasah,” ujar Hartono saat ditemui Alor News di lokasi pembangunan.
Menembus Tantangan Geografis Wilayah Kepulauan
Sebaran lokasi program PHTC ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada kawasan pusat pemerintahan saja, melainkan merangkul satuan pendidikan di daerah terpencil dan kepulauan. Namun, kondisi topografi Kabupaten Alor yang didominasi gugusan pulau memberikan tantangan tersendiri selama proses konstruksi.
Tantangan paling terasa terletak pada aspek mobilisasi tenaga kerja dan distribusi material bangunan. Pasalnya, beberapa titik pembangunan berada di lokasi yang tergolong sulit diakses dengan transportasi darat maupun laut standar.
Di Pulau Alor, misalnya, titik pembangunan berada di daerah pelosok seperti Kampung Bombaru (Kecamatan Abad Selatan) dan Desa Aloindonu (Kecamatan Alor Barat Laut). Sementara di Pulau Pantar, tantangan serupa dihadapi saat mendistribusikan material menuju Desa Kolijahi (Kecamatan Pantar Timur). Cuaca perairan yang tidak menentu serta keterbatasan sarana transportasi lokal mengharuskan tim di lapangan melakukan penyesuaian strategi logistik dan pengawasan ketat secara berkala.
Fokus Penyelesaian dan Keberlanjutan Pemanfaatan
Dengan capaian progres fisik yang sudah menembus angka 80 persen, fokus pekerjaan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). Tahap ini menjadi krusial untuk memastikan detail interior, kelengkapan pendukung, dan aspek keamanan bangunan memenuhi standar kelayakan sebelum nantinya diserahterimahkan secara resmi.
Keberhasilan program revitalisasi ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari megahnya fisik bangunan baru yang berdiri di pelosok negeri. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana sarana dan prasarana baru tersebut mampu menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi para peserta didik serta tenaga pendidik.
PHTC di Kabupaten Alor diikhtiarkan sebagai langkah nyata perbaikan kualitas layanan pendidikan. Diharapkan setelah sarana ini selesai, pihak madrasah bersama masyarakat setempat dapat merawat dan memeliharanya secara berkelanjutan demi keberlangsungan proses belajar-mengajar generasi penerus di wilayah perbatasan. (AN/Red)












