Pulau Buaya, Alor News – Pembangunan Masjid Al-Ijtihad Ternate di Pulau Buaya, Kabupaten Alor, memasuki salah satu tahapan penting. Delapan tiang utama masjid mulai dikerjakan melalui proses pengecoran pada Senin (28/9/2026).
Bagi masyarakat setempat, pembangunan tersebut bukan semata-mata pekerjaan konstruksi. Delapan tiang utama dirancang sekaligus dimaknai sebagai simbol persatuan delapan suku adat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pulau Buaya.
Kedelapan suku tersebut adalah Uma Kakang, Uma Tukang, Uma Aring, Uma Wilwalu Wolang, Uma Wilwalu Kenabeing, Uma Leing Papa, Uma Sebanjar, dan Uma Dengwahi.
Representasi delapan suku melalui struktur utama masjid memberikan dimensi sosial dan kultural tersendiri terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang bersama yang mempertemukan masyarakat dalam semangat persaudaraan dan gotong royong.
Dari Struktur Bangunan Menjadi Simbol Kebersamaan
Dalam konstruksi sebuah bangunan, tiang memiliki fungsi penting sebagai bagian dari struktur penyangga. Filosofi tersebut kemudian memperoleh makna sosial dalam pembangunan Masjid Al-Ijtihad Ternate.
Delapan tiang utama diharapkan menjadi gambaran tentang pentingnya kekuatan bersama. Masing-masing suku memiliki identitas dan sejarah adatnya sendiri, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu ruang bersama melalui pembangunan masjid.
Dengan demikian, pembangunan Masjid Al-Ijtihad tidak hanya berbicara tentang penambahan sebuah bangunan fisik di Pulau Buaya. Proses tersebut juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga hubungan sosial, memperkuat kebersamaan, dan merawat nilai gotong royong yang hidup dalam masyarakat.
Dalam perspektif kehidupan keagamaan, masjid memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Masjid juga menjadi ruang pembinaan umat, pendidikan keagamaan, silaturahmi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, kokohnya struktur bangunan diharapkan berjalan seiring dengan kokohnya kehidupan keagamaan dan persaudaraan masyarakat yang berada di sekitarnya.
Panitia dan Tukang Kawal Pembangunan
Tahapan pengecoran tiang utama tersebut dipimpin oleh Imran Iskandar selaku Kepala Tukang, didampingi Abas Kasim sebagai Wakil Kepala Tukang.
Proses pekerjaan turut disaksikan H. Jawas Sokan, Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Al-Ijtihad Ternate, bersama jajaran panitia lainnya.
Keterlibatan panitia, tenaga teknis dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
Pembangunan rumah ibadah di wilayah kepulauan seperti Pulau Buaya juga tidak terlepas dari semangat partisipasi masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pembangunan menjadi bagian dari perjalanan bersama menuju terwujudnya fasilitas keagamaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Delapan tiang yang mulai berdiri pada Senin tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi bagian dari struktur Masjid Al-Ijtihad Ternate. Bagi masyarakat Pulau Buaya, tiang-tiang itu diharapkan menjadi simbol bahwa keberagaman suku dapat dipersatukan oleh semangat kebersamaan, gotong royong dan tujuan bersama dalam membangun kehidupan masyarakat.
Pewarta: Putri
Editor: Redaksi Alor News












