Kalabahi, Alor News — STKIP Muhammadiyah Kalabahi menggelar acara syukuran dan ramah tamah atas capaian akademik dua dosen tetap yang berhasil meraih gelar doktor, pada Sabtu (11/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula STKIP Muhammadiyah Kalabahi tersebut dihadiri pimpinan persyarikatan Muhammadiyah, sivitas akademika, tokoh Muhammadiyah, serta keluarga besar kampus.
Dua dosen yang meraih gelar doktor tersebut yakni Dr. Abdullah Rahman Saleh, S.S., M.Pd, lulusan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Dr. Rahmad Nasir, M.Pd, lulusan Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Capaian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam penguatan sumber daya manusia STKIP Muhammadiyah Kalabahi.
Dalam sambutannya, Dr. Rahmad Nasir menyampaikan bahwa proses studi doktor merupakan perjalanan panjang selama tiga hingga empat tahun yang membutuhkan komitmen, pengorbanan waktu, tenaga, serta pembiayaan yang tidak kecil. Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia merupakan kunci utama kemajuan bangsa dan daerah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi fondasi pembangunan peradaban, sekaligus berharap ke depan STKIP Muhammadiyah Kalabahi mampu mengirim sumber daya manusia terbaik untuk melanjutkan studi ke tingkat internasional melalui berbagai skema beasiswa.
Baca Juga: Kilas Balik Tritura 10 Januari 1966: Ketika Suara Rakyat Menentukan Arah Bangsa
Sementara itu, Dr. Abdullah Rahman Saleh menjelaskan bahwa syukuran tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas capaian akademik yang diraih. Ia menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar doktor tidak terlepas dari doa, dukungan keluarga, serta kebersamaan dalam persyarikatan Muhammadiyah.
“Kami siap mengabdikan diri sepenuhnya untuk STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan Muhammadiyah. Harapan kami, kampus ini dapat melahirkan generasi Alor yang unggul sebagai pendidik, pemimpin, dan sumber daya manusia berkualitas,” ujarnya.
Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah doktor di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa kehadiran dua doktor tersebut akan memperkuat pengembangan institusi, khususnya dalam penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi.
“Kehadiran doktor sangat dibutuhkan untuk penguatan akademik, riset, dan pengembangan program studi, terutama Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Manajemen,” kata Abdullah.
Ia juga mendorong para dosen yang saat ini menempuh pendidikan magister agar melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jejaring lebih dari 160 perguruan tinggi yang membuka peluang studi lanjut, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Alor, Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd, turut mengapresiasi perjuangan kedua dosen yang bersedia meninggalkan kenyamanan demi menempuh studi panjang. Ia menilai perjuangan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata bagi umat dan persyarikatan.
Tokoh Muhammadiyah Alor, H. Husen Tolang, S.H., M.Pd, menambahkan bahwa kemajuan Muhammadiyah dibangun melalui jejaring, keikhlasan, dan kerja kolektif. Menurutnya, capaian akademik dosen menjadi modal penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah.
Berdasarkan data internal kampus, STKIP Muhammadiyah Kalabahi saat ini memiliki lebih dari 630 mahasiswa aktif dengan 31 dosen tetap, termasuk dua doktor yang baru diwisuda. Peningkatan kualifikasi dosen tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang peningkatan mutu pendidikan tinggi di Kabupaten Alor.
Kehadiran doktor di lingkungan kampus diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring akademik nasional dan internasional, sejalan dengan visi pengembangan STKIP Muhammadiyah Kalabahi menuju universitas Muhammadiyah di masa mendatang.
Pewarta/Editor: Mukmin/Hadi
Foto: Humas STKIP











